Sulitnya Meyakinkan Bunga itu Harum Pada Lalat
Perjalanan kehidupan
penuh suka dan duka, berbagai kesempatan tantangan ancaman dan peluang silih berganti, tergantung cara kita
melihatnya dan memaknainya. Ada banyak
kisah dan kejadian yang menuntut kita untuk pada akhirnya melupakan,
mengabaikan bahkan menghindari hal – hal yang sulit diperbaiki, sulit
diberitahu atau sulit untuk di selesaikan. Akan ada sesuatu hal yang sebaiknya
dibiarkan saja bahkan dihindari dari pada membuat kita menjadi bad mood. Pada
awalnya saya adalah orang yang perpeksionis dan mempertahankan sikap maupun
sifat demikian, akan tetapi seiring berjalannya waktu dan usia semakin
bertambah, kegiatan semakin banyak, mungkin juga pengalaman hidup makin banyak
dan beragam, maka dalam menghadapi hal yang demikian itu terkadang saya lebih
baik menghindari.
Ada 1 nasihat yang
saya dapatkan dari guru saya saat melihat orang yang salah, hal pertama yang
kita lakukan adalah memberitahunya, jika sulit berilah ilmu artinya ajak untuk
mencari ilmu tentang hal tersebut dan kalo masih tidak bisa jalan terakhir
adalah mendoakan. Ada banyak yang saya alami menghadapi orang yang sulit untuk
diberi pemahaman. Terutama orang dewasa, kalo kepada anak- anak itu mudah
memberikan pemahamannya, akan tetapi kepada orang dewasa itu lumayan penuh
tantangan dan ada kalanya bahkan sering pada akhirnya kita mengabaikan sambil
melihat pemahaman mereka didapatkan dengan sendirinya seiring dengan
berjalannya waktu. Refleksi dari hal -hal tersebut saya hanya bisa bergumam
dalam hati kalau kita tidak akan di tanya tentang orang lain, tetapi kita hanya
akan ditanya tentang diri kita sendiri. Dengan demikian kita hanya fokus pada
diri kita sendiri, uruskan hal – hal yang ada didalam kendali diri kita sendiri
dan abaikan atau jangan dipikirkan hal – hal yang ada diluar kendali kita. Belajar
dari pepatah yang mengatakan bahwa kehidupan ini 10 persen adalah kejadian yang
terjadi dan 90 persen adalah sikap kita terhadap kejadian itu.

Komentar
Posting Komentar