Postingan

Gambar
  Aku dan Warna Oranye Oranye, sebuah kata yang mengingatkanku pada satu hal 😊 Ya, pengantin oranye, sebuah kalimat yang kudengar saat aku menjadi pengantin 22 tahun silam, entahlah aku nga tahu mengapa baju pengantinku saat resepsi berwarna   oranye, aku ga memilihnya melainkan dipilihkan oleh sang penata rias dari salon ternama didaerahku, yang juga beliau   merupakan sahabat almarhum ibuku. Mungkin kalimat itu merupakan kalimat pernyataan keanehan atas pilihan warna atau apalah entahlah mungkin warna oranye nga cocok dengan orang yang mengatakannya, tapi bagiku warna oranye adalah warna kesukaanku, aku malah senang saat   sang penata rias memilihkan warna itu, padahal kami tak pernah berdialog tentang hal itu, aku menyebutnya ini sebuah chemistry dari keterkaitan batin aku dengan sahabat almarhum ibuku, ya beliaulah yang selalu memotong rambutku sejak kecil, mulai dari model Lady Diana sampai Demi Moore 😊 atau juga beliau memotong rambutku dengan sebutan model burung unta he

Terimakasih Guruku

Gambar
       Menulis tentang Guru mengingatkanku pada wajah - wajah manusia tangguh yang penuh kasih sayang dan inspirasi, wajah guru - guruku dari TK sampai Perguruan Tinggi masih tampak jelas   dan tersimpan rapi di memori chip otakku. Guru bagiku sumber ilmu dan pengetahuan juga keajaiban dan keberkahan dalam hidup. Dari mereka aku banyak tau segala hal tentang ilmu pengetahuan dan wawasan juga cara bersikap dalam menjalani hidup ini      Guru TK  mengajarkanku untuk menari, masih ku ingat aku menari di panggung memakai baju umpak-umpakan  ( bertumpuk- tumpuk ) lucu sekali, guru SD ku mengajarkanku bernyanyi yang lantang  dengan irama yang baik dan  bagus, berani tampil kedepan kelas, belajar gigih  mencari dan menulis berita tengah malam dulu itu dunia dalam berita yang aku pakai untuk soal cermat dengan teman. Zaman  SD juga aku belajar baris berbaris,  paskibra, pramuka dan hal banyak lainnya. Guru SMP mengajarkanku pelajaran fisika, kimia, bahasa Inggris dan   juga geografi hingga

Menjadi Guru yang Wardah

Gambar
       Selalu terngiang kata- kata ini, kata- kata yang mungkin awalnya jadi virus bagi pikiranku, bagi tubuhku, tapi setelah aku konsul ke orang yang tepat, anggap saja   dokter, ehhhh kok   malah jadi vitamin 😊   …. Lho kok bisa ya ….itulah sesuatu yang mungkin tidak tepat tapi saat kita bicara pada yang tepat maka sesuatu yang tidak tepat itu akan jadi vitamin. Kata- kata itu adalah lho anak fikom   diangkat jadi guru, bisa apa dia …hemmm tapi saat aku sampaikan pada dosen fikomku di kampus biru, ia malah tersenyum dan bilang, Len   jadilah guru yang fikom begitulah kalimat vitamin yang akhirnya kumakan setiap hari dan membuatku jadi sehat dalam berkarya.      Begitupula dengan Wardah ini, seorang pemimpin bilang bahwa wardah ini tidak ada hubungannya dengan keguruan hehe… aku tak perlu bercerita lagi pada dokterku karena aku sudah tau jawabannya yaitu jadilah guru yang Wardah 😊 Masya alloh ya bagaikan dunia yang terus berputar begitupula pengalaman harianku seringkali
Gambar
Inovasi vs Pandemi   Genap setahun sudah pandemic menghampiri, merubah segalanya termasuk merubah cara guru bekerja, cara guru belajar dan mengajar, memberi pembelajaran. Sebab itu pasti semua mau tak mau,   suka ga suka   melakukan inovasi untuk tetap bisa berjalan dengan tegar, berenang dengan indah dalam mengarungi lautan pandemic ini. Jika kita harus berdamai dengan pandemic, maka kita harus pandai berinovasi agar hidup terus berjalan pasti, waktu yang berlalu tetap berarti dan kita semua menjadi manusia yang tidak merugi. Saat awal pandemic, penulis sudah langsung menggunakan fasilitas WA Grup yang awalnya hanya sebagai sarana komunikasi dengan orang tua   seketika langsung menjadi ruang kelas virtual yang baru bagi anak-anak di kelas. Google classroom juga penulis sediakan tetapi hanya beberapa yang bisa akses karena keterbatasan sarana, sehingga penggunaan Google Classroom belum maximal.   Pembuatan video-video sederhana menjadi menu santapan yang meramaikan cara pembelajara