Pendidikan Masa Kini dan Nanti
Masa depan
pendidikan bukan tentang kelas tanpa guru, tetapi tentang guru yang menggunakan
AI untuk memanusiakan manusia, atau mengembalikan menjadikan manusia. Teknologi boleh canggih,
tetapi anak tetap butuh guru yang mau serta mampu membersamai perjalanan
belajar mereka dengan kehadiran yang utuh, hadir utuh membersamai diruang kelas
maupun ruang virtual. Menurut Sisdiknas No
20 tahun 2003 Pendidikan yaitu usaha sadar dan terencana untuk menciptakan proses
belajar agar peserta didik aktif mengembangkan potensi diri. Usaha sadar yaitu
sebuah upaya yang dirancang dan di laksanakan secara teratur dengan tujuan yang
jelas, memfasilitasi lingkungan agar pembelajaran berjalan efektif serta
mendorong murid untuk berperan aktif sebagai bagian dari bentuk pengembangan potensi
dirinya yang meliputi aspek spiritual, pengendalian diri, kepribadian,
kecerdasan, akhlak mulia serta keterampilan diri sendiri, masyarakat, bangsa
dan negara. Sedangkan pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara yaitu menuntun
segala kodrat yang ada pada anak- anak agar mereka mencapai keselamatan dan
kebahagiaan yang setinggi – tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai
anggota masyarakat.
Inti dari pendidikan yaitu membentuk manusia, sebuah upaya untuk memajukan budi pekerti, pikiran serta jiwa raga anak untuk memajukan kesempurnaan hidup. Pendidikan hendaknya dapat memberikan keteladanan dan pembiasaan. Dalam masa kini AI hadir untuk menambah mempermudah untuk memberikan sumber belajar untuk meningkatkan kompetensi manusia. Namun dalam hal ini tentu saja kehadiran AI ada 2 sisi plus minusnya, dan tetap kecakapan manusialah yang dapat memilih mana yang harus diikutinya. AI yang hebat adalah intruksi, guru yang hebat adalah pendidikan serta teladan. Pada masa kini dan nanti atau kita sebut masa depan butuh keduanya tetapi pendidikan yang dapat dijadikan teladan harus menjadi panglimanya

Komentar
Posting Komentar